Sering Mencoba Hal-hal Baru, Belajar dari Orang Berguna Sampai Sekarang
Aku itu orangnya sering bosan. Makanya itu, aku punya kebiasaan yang aneh-aneh pula. Contohnya adalah, ketika SMP dulu aku sangat suka main PS, bahkan tahan main PS sampai sehari semalam. Namun setelah itu bosan. Kemudian cari kesibukan yang lain dan kemudian bosan juga. Dan ternyata apa yang sudah pernah aku coba dulu itu membuatku nggak terlalu kuper. Sebagai contoh, ketika dulu aku suka sesuatu maka banyak hal-hal yang tidak kuketahui sekarang aku ketahui.
Menjadi mantan anak jalanan, adalah salah satu hal yang tak bisa aku lupakan. Sebagaimana dulunya menjadi anak jalanan, paling tidak aku dulu pernah merasakan yang namanya tawuran, pergaulan dengan mereka, bagaimana caranya berbuat curang, dapatin uang dengan cara yang tidak halal, apa kesukaan mereka, dan apa yang mereka tidak suka. Mencoba hal-hal yang baru itu ada yang positif dan ada yang negatif.
Sebagai contoh banyak hal-hal negatif yang dulu pernah aku lakukan, namun ke depannya jangan sampai dilakukan lagi. Kalau sekarang lebih banyak mencoba hal-hal yang positif. Seperti kalau dulu aku nggak tahu apa itu komputer, sekarang nyoba untuk mendalami hardware, mencoba bikin telur asin, coba juga ikut pemasaran dan lain-lain. Kalau dulu di internet aku hanya gabung di IRC saja untuk chatting, tapi sekarang suka pakai yahoo atau jabber. Kumpul dengan anak-anak underground ternyata memberi manfaat juga. Aku bisa tahu cara remote server, setting email, cara phising dan hal-hal yang berbau security. Aku aja sangat senang ketika pertama kali bisa nginstall linux di server.Semua itu adalah hal-hal positif.
Hal-hal yang negatif jangan dilakukan, semisal mencoba-coba nge-drugs atau minum khomer, pergaulan bebas (free sex), dan sebagainya. Hal-hal itu justru berbahaya, bahkan bisa merusak diri. Contoh juga mencoba memakai tato, tindik, ataupun high style rambutnya. Nggak usah aneh-aneh deh.
Dulu, ketika mencoba hal yang bernama internet, saya diingatkan oleh seorang bernama 4w1 agar nggak memakai ID asli atau segala hal yang berhubungan dengan identitas diri. Kenapa sih emangnya? Ternyata dia berkata data-data itu akan bisa disalah artikan oleh orang-orang yang tidak suka dengan kita, semisal saja, kalau kita taruh foto kita di internet, maka yang terjadi mungkin foto iku akan direkayasa sedemikian hingga sehingga mirip dengan kita.
Sudah terbukti seperti artis-artis yang fotonya ada di internet. Kalau sekedar foto, maka tampilkan saja seperlunya dan seadanya. Yap, karena memang sekarang banyak sekali software-software yang bisa mengedit foto-foto bahkan video pun bisa diedit. Lalu bagaimanakah langkah yang bisa kita lakukan untuk menghindari masalah privacy dan policy ini, sebagaimana identitas kita sering digunakan oleh orang lain atau mungkin difitnah?
Caranya adalah, apabila seseorang misalnya perusahaan ingin mengetahui anda, maka berikanlah biodata resmi anda dengan cara mengirim attachment pada email, atau langsung berupa hard file. Dengan demikian hanya 1 pihak saja yang tahu, jangan pernah sekali-kali mempublish biodata asli di internet, terkecuali Riwayat Pekerjaan. Karena biasanya perusahaan akan memeriksa keahlian dan skill-skill anda. Berikutnya adalah, jangan pernah membuat password yang mudah dipecahkan, bahkan jangan pernah diberitahukan password itu kepada orang lain, termasuk admin. Dan hendaknya password itu gabungan dari simbol, angka dan huruf agar tracker tidak bisa meng-crack password. Pakailah satu nick name uniq agar anda bisa diakses oleh banyak orang, dan gunakan nick-nick lain untuk ke komunitas yang berbeda. Dengan demikian identitas anda tidak akan mungkin dengan mudah bisa dilacak.
Terkecuali, kalau orang yang melacaknya memakai metode sosial engineering. Yang ini agak susah karena dia menyelidiki langsung kepada kita, tidak lewat melacak data. Saya sih banyak ID di internet, karena saya tahu internet itu rawan hack dan crack, bahkan saya nggak berani naruh no rek. di internet. Hobi saya, apa yang saya lakukan, apa yang sering saya lakukan, nggaklah, untuk privacy-privacy saya tidak mengobral diri seperti selebritis.
Ada orang yang mengklaim tahu saya, wah, tunggu dulu. Apa benar itu data saya? Saya adalah satu dari 2 orang kakak beradik, orang hanya tahu saya lahir bulan Mei, tanggal 31 tahun 1984 dan seterussnya. Kebanyakan yang saya pakai di internet itu adlah data dari kakak saya yang telah meninggal, jadi makan saja data palesu saya. Terkadang anda harus mencoba hal-hal yang baru untuk seperti saya, tapi ingat hal-hal baru yang positif agar anda mengetahui hal-hal yang tidak diketahui oleh orang lain. Yang penting jangan sok-lah dalam masalah-masalah yang tidak diketahui, karena pada dasarnya seseorang itu belajar, dan manusia itu kebanyakan lemah.
Kebanyakan sih anak-anak yang kuliah di PT yang bernama itu sombong dan chicken, sebut saja UI, ITB, ataupun UGM. Kebanyakan gitu, tapi sedikit sekali yang nggak. Saya kenal anak-anak yang tidak sombong, mereka kebanyakan dari kalangan menengah ke bawah. Tapi yang lainnya kebanyakan sombong, judes dan cuek. Kalau yang UGM sih kebanyakan chicken-nya. Sekali saya main-main ke UGM setelah itu nggak lagi. Kapok punya temen anak UGM. — eh malah curhat ![]()
OK dah segitu dulu.



